Ungaran – Sebanyak 20 pesantren dari Kota dan Kabupaten Semarang serta Kabupaten Kendal menampilkan karya terbaik mereka dalam Expo Kemandirian Pesantren 2025, yang digelar di Lantai 1 Gedung Planetarium Kampus 3 UIN Walisongo Semarang, Senin (10/11/2025). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara UIN Walisongo Semarang dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, yang menjadi wadah bagi pesantren untuk memperkenalkan produk-produk inovatif dan unit usaha mereka kepada masyarakat luas.
Kegiatan Expo ini juga menjadi bagian dari Program Inkubasi Bisnis Pesantren Kementerian Agama RI, yang bertujuan mendorong lahirnya pesantren-pesantren mandiri dengan unit usaha produktif dan berorientasi pada pemberdayaan santri. Beragam produk unggulan ditampilkan, mulai dari kuliner, herbal, kerajinan tangan, hingga produk digital hasil inovasi santri. Melalui kegiatan ini, potensi ekonomi pesantren dikembangkan agar mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Dari Kabupaten Semarang, enam pesantren turut serta dalam kegiatan tersebut, yakni Pondok Pesantren Adi Mancoro, Ponpes Roudhotul Ussyaqil Qur’an, Ponpes Al Ittihad, Ponpes Miftahul Huda, PP Raudhotul Tholibin, dan PP Darussalam Bergas. Keenam pesantren tersebut menampilkan beragam produk khas yang mencerminkan semangat inovatif dan kreativitas santri. Keikutsertaan mereka menunjukkan bahwa pesantren di Kabupaten Semarang terus berkembang tidak hanya dalam bidang pendidikan dan dakwah, tetapi juga dalam sektor ekonomi kreatif.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Semarang beserta Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD. Pontren). Kehadiran mereka menjadi penyemangat bagi para peserta, sekaligus bentuk dukungan nyata pemerintah dalam mendorong tumbuhnya pesantren yang mandiri dan berdaya saing. Kakankemenag memberikan motivasi agar setiap pesantren terus menumbuhkan semangat wirausaha, menjaga kualitas produk, serta menjadikan nilai-nilai pesantren sebagai fondasi utama dalam membangun kemandirian ekonomi umat.

